1/16/2013
PERILAKU MASYARKAT DAN PERISTIWA ALAM
Perilaku Masyarakat dan Peristiwa Alam
Dari gejala - gejala alam yang sudah kita bahas, ada dua gejala alam yang tidak bisa dicegah oleh manusia. Gejala alam tersebut adalah gempa bumi dan gunung meletus. Manusia hanya bisa memperkirakan kapan gejala alam ini terjadi. Tetapi manusia tidak bisa mencegah terjadinya gunung meletus dan gempa bumi. Lain halnya dengan bencana banjir dan kekeringan air. Bencana banjir dan kekeringan air umumnya terjadi karena ulah atau tindakan manusia.
Karena itu, untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan kekeringan air, manusia harus memperbaiki sikap dan perbuatannya yang merusak alam. Kalau kamu perhatikan, di masyarakat kita terdapat tiga perilaku atau tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan alam. Selain itu tindakan ini juga bisa menyebabkan terjadinya bencana banjir dan kekeringan. Tingkah laku dan perbuatan manusia itu adalah penebangan hutan, ladang berpindah, dan membuang sampah sembarangan. Ketiga perilaku buruk manusia ini dapat dijelaskan berikut.
1. Penebangan Hutan Secara Liar
Negara kita memiliki berjuta - juta hektar hutan. Hutan - hutan itu terhampar luas di pulau - pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hutan - hutan ini kaya akan sumber daya alam. Hutan dapat menghasilkan kayu. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan. Hutan melindungi tanah dan air yang ada di bawahnya. Hutan juga mencegah terjadinya banjir. Tanpa hutan sungai akan mengering. Tanpa hutan banjir akan menerjang.
Meskipun demikian, semakin tahun luas lahan hutan semakin menyempit. Penebangan liar atau pembalakan hutan terjadi di mana - mana. Jutaan hektar hutan hilang dan rusak setiap tahun. Tahukah kamu apa akibatnya kalau hutan menjadi gundul? Tanah akan mudah terkikis. Permukaan tanah yang subur akan menghilang karena erosi. Tanah menjadi tandus dan tidak subur lagi. Pertanian di lereng gunung yang hutannya sudah gundul pun akan mudah longsor. Ini membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Tanah longsor dapat menelan banyak korban.
Sekarang, kita harus menyelamatkan hutan. Hutan yang belum punah harus dipertahankan. Kita harus menghentikan penebangan hutan secara sembarangan. Untuk hutan yang sudah terlanjur rusak, perlu ditanami kembali dengan tumbuh - tumbuhan yang cocok. Kita harus melalukan reboisasi untuk menyelamatkan lahan gundul. Sementara itu, orang yang melakukan penebangan liar harus ditangkap dan dihukum seadil - adilnya.
2. Ladang Berpindah
Ladang adalah sebidang tanah yang di olah untuk ditanami ubi, jagung, dan sebagainya. Ladang tidak diairi. Di banyak tempat, masyarakat Indonesia membuka hutan untuk berladang. Setelah ladang tersebut tidak subur lagi, mereka membuka ladang di tempat yang lain. Membuka ladang baru biasanya disertai dengan membakar mana. Jutaan hektar hutan hilang dan rusak setiap tahun. pohon dan semak belukar. Masyarakat yang membuka ladang baru dengan menebang pohon dan membakarnya dapat menyebabkan kebakaran hutan.
Salah satu kejadian yang hampir setiap tahun di ulang di negara kita adalah pembakaran hutan. Misalnya terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Masyarakat setempat membuka ladang baru dengan cara menebang pohon dan membakar. Tahukah kamu apa akibatnya jika jutaan hektar hutan terbakar? Asap yang ditimbulkan akan membubung tinggi seperti awan dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Asap tebal juga mengganggu penerbangan pesawat terbang. Asap dari Indonesia bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura. Asap tersebut mengganggu lalulintas dan kehidupan penduduk di sana.
3. Membuang Sampah Sembarangan
Kamu tahu sampah, bukan? Bagaimana kamu mengelola sampah di rumahmu? Apakah sampah di rumahmu ditaruh di sembarang tempat? Apakah sebelum menaruh sampah di tempatnya, kamu memisahkan terlebih dahulu sampah plastik dari sampah bukan plastik? Di mana sampah dibuang? Dewasa ini, sampah menjadi masalah serius bagi masyarakat yang tinggal di kota - kota besar. Ratusan ribu kubik sampah dihasilkan.
Sampah - sampah tersebut dibawa ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Setiap tahun TPA mengalami kesulitan karena sempitnya lahan, sementara jumlah sampah terus meningkat jumlahnya. Tidak semua orang menaruh sampah pada tempatnya. Ada warga masyarakat tertentu yang membuang sampah sembarangan. Ada yang membuangnya ke sungai atau ke selokan air. Ini bisa berbahaya, karena dapat menyebabkan banjir. Selain itu, sampah dapat merusak dan membunuh makhluk hidup yang hidup di sungai. Sampah juga di buang oleh pabrik - pabrik. Namanya limbah industri.
Sampah dari limbah industri ini sangat berbahaya karena mengandung racun. Limbah industri bisa membahayakan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Karena itu, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang. Pabrik yang tidak memiliki pengolahan limbah industri sebaiknya tidak diizinkan beroperasi. Sebagai warga masyarakat, kita harus peduli pada masalah sampah ini.
Yang dapat kita lakukan adalah membuang sampah selalu pada tempatnya. Sebelum membuang sampah, kita harus memisahkan terlebih dahulu sampah plastik dari sampah - sampah bukan plastik. Sampai plastik akan sulit sekali hancur, karena itu akan didaur ulang. Sementara itu, manusia juga dapat mengolah ulang sampah yang bukan plastik, misalnya untuk membuat pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah. Kita semua juga memiliki kewajiban untuk mengingatkan orang lain supaya melakukan hal yang sama.
GEJALAH - GEJALAH ALAM YANG ADA DI INDONESIA
B. Gejala - Gejala Alam
Apakah pernah terjadi banjir di daerahmu? Apakah daerahmu juga pernah mengalami letusan gunung berapi? Bagaimana dengan gempa bumi? Dapatkah kamu menceritakan pengalamanmu ketika terjadi gejala alam ini? Selain berhadapan dengan kenampakan - kenampakan alam, kita juga sering menghadapi gejala - gejala alam. Misalnya, gempa bumi, banjir, angin topan, dan gunung meletus. Mengapa semua gejala alam ini terjadi? Apa yang menyebabkannya? Bagaimana manusia harus menghadapinya? Dapatkah manusia mencegahnya? Kita akan mempelajari gejala - gejala alam dalam uraian berikut ini.
1. Gempa bumi
Salah satu peristiwa alam yang bisa terjadi sewaktu - waktu adalah gempa bumi. Apa yang menyebabkan terjadinya gempa bumi? Gempa bumi bisa disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Namanya gempa vulkanik. Gempa bumi juga bisa disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Namanya gempa tektonik. Gempa bumi dapat menyebabkan banyak kerusakan. Rumah - rumah dan bangunan bisa hancur. Gempa bumi menyebabkan orang kehilangan harta benda. Gempa bumi juga membuat orang meninggal karena tertimbun reruntuhan bangunan.
2. Gunung meletus
Gunung api yang masih aktif bisa meletus sewaktu - waktu. Ketika meletus, gunung api mengeluarkan magma, batu - batuan, kerikil, abu, dan gas. Magma adalah cairan sangat panas yang terdapat di perut bumi. Magma yang keluar dari perut bumi disebut lava. Batu-batu besar yang dimuntahkan gunung berapi terbentuk dari lava yang membeku. Kerikil yang dimuntahkan ketika gunung api meletus disebut lapili.
Muntahan gunung api yang paling kecil adalah abu halus. Debu ini melayanglayang di udara membentuk awan panas. Awan panas ini bisa memusnahkan semua makhluk hidup yang dilewatinya.Gunung - gunung berapi di Indonesia yang meletus antara tahun 2000 - 2008.
4. Kekurangan Air Bersih
Selain gempa bumi, gunung meletus, dan banjir, peristiwa alam yang mengancam kehidupan manusia adalah semakin berkurangnya persediaan air bersih. Mengapa kekurangan air bersih menjadi bencana? Apa pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat? Pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat di antaranya, adalah:
Orang semakin sulit untuk mendapatkan air bersih.
Untuk mendapatkan air bersih orang harus membeli air dari pedagang air.
Banyak penduduk terserang penyakit karena mereka meminum, memasak, dan mandi memakai air yang tercemar.
3. Banjir
Apakah kamu pernah mengalami bencana banjir? Kapan banjir biasanya muncul? Banjir biasanya terjadi pada musim hujan. Banjir adalah air yang mengalir dan meluap dalam jumlah yang sangat besar. Banjir dapat menggenangi daerah - daerah yang dilaluinya. Apa penyebab terjadinya banjir? Hujan deras terus - menerus biasanya akan diikuti bencana banjir.
Lahan hutan digunduli juga dapat menyebabkan banjir. Mengapa demikian? Pepohonan di hutan menahan air hujan dan membantu meresapkan ke tanah. Karena hutan sudah gundul, air hujan tidak tertahan dan meresap ke tanah. Akhirnya air hujan akan meluap. Karena itu, kita harus menjaga hutan, lereng gunung dan gunung supaya tidak menjadi gundul.
Banjir juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk manusia. Misalnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai dan ke selokan air. Sampah tersebut menyumbat aliran air. Akibatnya, air meluap dari sungai atau selokan dan menggenangi pemukiman penduduk. Kita harus membiasakan diri untuk menaruh sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah ke sungai atau selokan air.
Di Indonesia hampir setiap tahun terjadi banjir. Penyebabnya adalah semakin berkurangnya lahan hutan. Penebangan liar menyebabkan banyak hutan di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua semakin berkurang. Kalau tidak dicegah, suatu saat hutan di Indonesia akan habis. Kalau hutan habis, warga Indonesia akan susah karena akan terus ditimpa bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan sebagainya. Bencana banjir dapat sangat merusak dan menghancurkan hidup manusia.
Berikut ini merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan banjir, antara lain sebagai berikut.
Bangunan dan tempat tinggal, serta harta benda rusak karena terendam air.
Penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi di tempat lain.
Pabrik dan kantor - kantor terpaksa berhenti bekerja.
Jalan dan jembatan rusak.
Timbul berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit menular lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
